Newsflash

SariBandrek, minuman khas nusantara bermanfaat untuk mencegah masuk angin, sakit kepala dan menjaga stamina. Dibuat dari rempah-rempah terbaik Indonesia. SariBandrek, SIP rasanya, SIP harganya.
Klik di sini...

 
powered_by.png, 1 kB
Home arrow Tips Sehat Alami arrow Antioksidan Penting untuk Cegah Sakit Jantung
Antioksidan Penting untuk Cegah Sakit Jantung PDF Print
Image

Menurut artikel tentang kesehatan dibawah ini, "Berbagai penelitian menunjukkan, kerusakan pembuluh darah bisa dicegah dengan mengonsumsi antioksidan sejak dini. Dalam hal ini, antioksidan mampu menangkap radikal bebas dan mencegah dimulainya proses kerusakan pembuluh darah. Hanya saja, antioksidan tidak bisa berfungsi sebagai obat. ''Kalau sudah kena penyakit (jantung dan pembuluh darah), antioksidan tidak bisa menyembuhkan,'' ujar Hananto. Karena itu, ia sangat menyarankan konsumsi antioksidan sedini mungkin, dan rutin. Hal ini diyakini dapat mencegah dimulainya proses kerusakan pembuluh darah. Mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan dalam porsi yang memadai akan menjadi sumber asupan antioksidan bagi tubuh. ''Sayur-sayuran pasti ada (antioksidan).'' Selain asupan antioksidan, ada faktor lain yang tak kalah penting dalam mencegah penyakit mematikan ini, yakni menghindari faktor pencetus. ''Caranya, jaga kolesterol agar tidak tinggi, hindari polusi udara, jangan sampai terkena diabetes, dan berhenti merokok,'' Hananto menandaskan.

Indonesia sejak jaman dahulu kala terkenal sebagai negara agraris penghasil berbagai macam tumbuhan yang bermanfaat antara lain rempah- rempah, herbal, sayuran, buah- buahan, dll. Berbagai penelitian telah dilakukan dan diyakini berbagai macam tumbuhan alami yang tumbuh subur di Indonesia tersebut memiliki manfaat untuk kesehatan antara lain Garlic/ Bawang Putih diyakini mampu untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi pencegah serangan jantung, Sambiloto diyakini mampu membantu mengatasi diabetes dan Kelopak Bunga Rosella diyakini memiliki Zat Antioksidan yang tinggi yang bermanfaat untuk kesehatan terutama mencegah sakit jantung. Selain itu Kelopak Bunga Rosella memiliki khasiat mengurangi dampak negatif nikotin dan membantu mencegah osteoporosis (tulang keropos/ pengapuran tulang). PT. Liza Herbal Internasional (Dr. Liza/ http://www.lizaherbal.com) telah berhasil mengembangkan dan memproses tanaman alami Indonesia tersebut menjadi Suplemen Herbal yang siap dikonsumsi setiap saat dikemas dalam bentuk kapsul transparan yang halal, tanpa zat pengawet dan aditif, 100% murni alami.
Teknologi pemrosesan yang dikembangkan oleh Dr. Liza telah mampu menjaga zat- zat aktif yang bermanfaat untuk kesehatan yang terkandung dalam tumbuhan alami Indonesia tersebut tetap ada. Sumplemen Herbal yang dikembangkan oleh Dr. Liza antara lain Kapsul Garlic (kolesterol), Kapsul Sambiloto (diabetes), Teh & Kapsul Rosella (antioksidan), Kapsul Cellery (darah tinggi/ hipertensi), dll. Suplemen Herbal Dr. Liza telah terdaptar di Badan POM, Dinas Kesehatan, Sertifikat Halal MUI, mendapat penghargaan Juara I dari PemProv Jawa Barat dan test di Lab. IPB Bogor.
Artikel lengkapnya:
Antioksidan Penting untuk Cegah Sakit Jantung
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=314182&kat_id=123

Kerusakan pembuluh darah bisa dicegah dengan mengonsumsi antioksidan sejak dini.

Anda bertubuh gemuk? Hati-hati ya, karena kegemukan merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah). Namun di sebuah daerah di Prancis, yang sebagian besar penduduknya bertubuh gemuk, tak banyak ditemukan kasus penyakit kardiovaskuler.

Usia mereka pun lebih panjang dibanding orang kebanyakan. Apa rahasia mereka? Rupanya, setelah ditelusuri lewat penelitian, warga di daerah tersebut biasa mengonsumsi anggur merah. Hal serupa juga ditemui di sebuah daerah di Cina. Meski banyak warga setempat yang bertubuh gemuk, namun umumnya mereka tetap bugar sampai usia senja. Kasus penyakit jantung dan pembuluh darah juga sangat jarang ditemukan. Belakangan diketahui, warga setempat biasa mengonsumsi teh hijau. Kebiasaan ini telah mereka lakukan sejak usia muda.

Di Pegunungan Caspia, yang berada di bekas wilayah Uni Soviet, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah juga sangat rendah. Bukan karena suka mengonsumsi anggur merah atau teh hijau, warga Pegunungan Caspia ternyata gemar mengonsumsi ayam dan buah-buahan segar. Tinggal di daerah pegunungan yang nyaris tanpa polusi, penduduk di sana juga berusia panjang, rata-rata mencapai 100 tahun. Bahkan, di daerah ini masih ditemukan perempuan yang bisa melahirkan di usia 56 tahun.

Mungkin Anda bertanya, apa sebenarnya yang terkandung pada anggur merah, teh hijau, dan buah-buahan segar sehingga mereka yang mengonsumsinya terhindar dari penyakit jantung? Dokter Hananto Andriantoro SpJP, spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, mengatakan, semua itu karena adanya antioksidan.

''Berbagai penelitian menunjukkan, mengonsumsi antioksidan sejak dini terbukti bermanfaat mencegah serangan jantung. Seperti halnya antioksidan yang terkandung pada anggur merah, teh hijau, dan buah-buahan segar,'' kata dia dalam simposium awam bertema: Sayangi Jantung Anda, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-50 Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler (PERKI) di Jakarta, belum lama berselang. Ia juga menyebut, makanan seperti cokelat hitam juga sarat antioksidan, dan karenanya dapat mencegah kerusakan pembuluh darah.

Apa itu antioksidan? Antioksidan merupakan zat yang anti terhadap zat lain yang bekerja sebagai oksidan. Zat lain itu populer disebut radikal bebas, yaitu suatu molekul oksigen dengan atom yang pada orbit terluarnya memiliki elektron yang tidak berpasangan. Karena kehilangan pasangannya itu, molekul lalu menjadi tidak stabil, liar, dan radikal. Dalam hal ini, antioksidan mampu menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektronnya, dan menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas yang dapat menimbulkan stres oksidatif.

Antioksidan terbagi atas dua jenis, yakni antioksidan endogen dan eksogen. Antioksidan endogen berupa enzim dalam tubuh, misalnya superoksida dismutase (SOD), glutathion, atau katalase. Sedangkan antioksidan eksogen mencakup beta karoten, vitamin C, vitamin E, zinc (Zn), dan selenium (Se). Se, misalnya, terdapat pada udang, ikan tuna, lobster, telur, ayam, bawang putih, biji gandum, jagung, beras merah, nasi putih, dan sereal.

Radikal bebas
Setiap kali radikal bebas terbentuk, maka di dalam tubuh akan terjadi reaksi berantai. Reaksi ini pada akhirnya akan menghasilkan radikal bebas baru sehingga jumlahnya terus bertambah dan menyerang sel-sel tubuh. Akibat serangan itu, sel-sel tubuh menjadi rusak sehingga bisa menimbulkan penyakit. Dan seperti dikatakan Hananto, radikal bebas juga menjadi cikal bakal terjadinya kerusakan pembuluh darah.

Radikal bebas bersumber dari berbagai hal, antara lain: radiasi sinar X dan sinar ultraviolet, polusi udara akibat asap kendaraan bermotor, gas buang dari pabrik, atau asap rokok. Beberapa kondisi juga bisa memicu terbentuknya radikal bebas di dalam tubuh, misalnya stres, sakit, olahraga berlebihan, dan lain-lain.

Selain radikal bebas, kerusakan pembuluh darah juga bisa disebabkan oleh faktor usia. Menurut Hananto, awal kerusakan pembuluh darah biasanya terjadi di usia 30 tahun. Dinding pembuluh darah, kata dia, bisa bertahan maksimal selama 30 tahun, setelah itu mengalami penurunan. Jadi, kerusakan pembuluh darah terjadi melalui proses yang panjang dan dipengaruhi banyak hal.

Berbagai penelitian menunjukkan, kerusakan pembuluh darah bisa dicegah dengan mengonsumsi antioksidan sejak dini. Dalam hal ini, antioksidan mampu menangkap radikal bebas dan mencegah dimulainya proses kerusakan pembuluh darah. Hanya saja, antioksidan tidak bisa berfungsi sebagai obat. ''Kalau sudah kena penyakit (jantung dan pembuluh darah), antioksidan tidak bisa menyembuhkan,'' ujar Hananto.

Ia lalu mengungkap hasil sebuah studi yang melibatkan 10 ribu pasien penyakit jantung dan pembuluh darah. Separuh dari mereka diberikan vitamin dosis tinggi, separuh lainnya tidak. Hasilnya, tak ada perbedaan kondisi pada dua kelompok pasien tersebut. Ini berarti, antioksidan tidak berfungsi sebagai obat yang dapat menyembuhkan. Walau begitu, ia mengakui, antioksidan bisa menghambat perkembangan penyakit pada penderita penyakit jantung dan pembuluh darah.

Karena itu, ia sangat menyarankan konsumsi antioksidan sedini mungkin, dan rutin. Hal ini diyakini dapat mencegah dimulainya proses kerusakan pembuluh darah. Mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan dalam porsi yang memadai akan menjadi sumber asupan antioksidan bagi tubuh. ''Sayur-sayuran pasti ada (antioksidan).''

Selain asupan antioksidan, ada faktor lain yang tak kalah penting dalam mencegah penyakit mematikan ini, yakni menghindari faktor pencetus. ''Caranya, jaga kolesterol agar tidak tinggi, hindari polusi udara, jangan sampai terkena diabetes, dan berhenti merokok,'' Hananto menandaskan. bur
( )
Demikian informasinya semoga bermanfaat.
Salam Hangat,
Dr. Liza Communications
Norma Julita
Ass. Mgr. Sales & Marketing
Be Healthy With Herbs
http://www.lizaherbal.com
http://lizaherbal.multiply.com
Email: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Mobile: +62 813 111 41261
 
< Prev   Next >
© 2012 Liza Herbal - "Mitra Sehat Alami Keluarga"