|
Curah hujan rendah yang menandai musim kemarau harus diwaspadai. Pasalnya, polutan yang ada di udara tidak bisa ternetralisasi oleh air hujan. Polutan yang tidak ternetralisasi itu berpotensi menimbulkan berbagai penyakit yang menyerang manusia. ”Hujan itu bermanfaat untuk mencuci polutan. Kalau kering, polutan itu tidak akan ternetralisasi sehingga terus terisap manusia dan menimbulkan penyakit,” kata Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Kelas I Bandung, Hendri Surbakti ketika ditemui di kantornya, Selasa (10/7).
Waspadai Penyakit Awal Kemarau Suhu Terendah di Kota Bandung 15,8 Derajat Celcius BANDUNG, (PR).- Curah hujan rendah yang menandai musim kemarau harus diwaspadai. Pasalnya, polutan yang ada di udara tidak bisa ternetralisasi oleh air hujan. Polutan yang tidak ternetralisasi itu berpotensi menimbulkan berbagai penyakit yang menyerang manusia. ”Hujan itu bermanfaat untuk mencuci polutan. Kalau kering, polutan itu tidak akan ternetralisasi sehingga terus terisap manusia dan menimbulkan penyakit,” kata Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Kelas I Bandung, Hendri Surbakti ketika ditemui di kantornya, Selasa (10/7). Menurut Hendri, curah hujan rata-rata pada musim kemarau di bawah 150 mm. Selama bulan Juli, baru dua kali turun hujan dengan intensitas sangat rendah, yaitu 1 milimeter pada Minggu (1/7) dan 3,4 milimeter pada Jumat (6/7). Pada Juni, rata-rata curah hujan masih di atas 150 milimeter, yaitu 166 milimeter. Sedangkan, penyakit yang kerap muncul pada musim kemarau, antara lain infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diare, iritasi mata, dan influenza. ”Meski belum ada laporan peningkatan kasus, penyakit-penyakit tersebut yang biasanya merebak pada musim kemarau,” tutur Kasubdin Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit-Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kota Bandung, dr. Rita Verita, ketika ditemui di kantornya. Suhu terendah Selain curah hujan yang rendah, musim kemarau juga ditandai suhu udara yang rendah, terutama di pagi hari kira-kira pukul 4.00 WIB-5.00 WIB. Suhu terendah sepanjang musim kemarau tahun ini terjadi pada Selasa (10/7) pagi dengan suhu 15,8 derajat Celsius dan suhu tertinggi mencapai 30 derajat Celsius pada Sabtu (7/7). Sedangkan suhu rata-ratanya yaitu 27-28 derajat Celsius. Hendri menjelaskan, pada musim kemarau pemantulan radiasi matahari oleh permukaan bumi berlangsung lebih cepat karena tidak ada awan yang menyelimuti. ”Pada musim kemarau, radiasi yang jatuh ke bumi dipancarkan kembali ke angkasa dalam bentuk gelombang panjang. Kalau ada awan, radiasi kembali lagi ke bumi. Makanya, suhu lebih hangat,” kata Hendri. Ia memprediksi, puncak musim kemarau akan terjadi pada pertengahan Agustus mendatang. Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat mulai menghemat penggunaan air dan mengurangi aktivitas membakar. Dalam Program Langit Biru BPLH Kota Bandung 2007, disebutkan sejumlah tips mengurangi polusi udara. Di antaranya, memeriksa dan segera membersihkan karburator kendaraan yang kotor, filter udara yang tersumbat, dan saringan knalpot yang bocor. Kemudian, menyetel mesin kendaraan dengan baik, menggunakan alat mesin pendingin (AC, AC mobil, dispenser, lemari es ) berbahan pendingin nonfreon, seperti bahan pendingin dari hidrokarbon yang ramah lingkungan. Selain itu, menghindari penggunaan tabung aerosol seperti deodorant spray dan cat semprot karena berkontribusi membentuk smag, mempunyai kontribusi dalam terbentuknya smag, mengurangi membakar sampah dan memelihara pohon karena pohon dapat menambah oksigen di udara, menghilangkan beberapa palutan, dan mengurangi debu. (A-156)*** Persiapkan diri anda dalam menghadapi perubahan cuaca, jaga kesehatan, atur pola makan yang tepat, perbanyak olah raga dan apabila diperlukan konsumsi suplemen- suplemen alami dan organik penyeimbang kesehatan tubuh anda. PT. Liza Herbal International (Dr. Liza) menyediakan berbagai macam produk herbal yang dapat membantu mencegah penyakit yang mungkin muncul pada saat awal kemarau, silahkan kunjungi www.lizaherbal.com untuk mencari produk yang tepat untuk anda dan hubungi segera agent terdekat kami apabila tertarik ingin mencoba. Dr. Liza adalah perusahaan herbal yang berdomisili di Bogor, Jawa Barat, Indonesia yang telah berhasil memproduksi produk-produk Herbal Alami unggulan berkualitas yang telah terdaftar di Badan POM, Dinas Kesehatan, mendapatkan Sertifikat Halal dari MUI, mendapatkan penghargaan Juara I dari Pemda Propinsi Jawa Barat dan telah melalui test dari Lab IPB Bogor. Produk-produk herbal berkualitas Dr. Liza diproses dari 100% tumbuhan herbal alami Indonesia tanpa bahan pengawet dan zat aditif. Salam Hangat, Dr. Liza Communications Be Healthy With Herbs M. +62 813 1114 1261 Email.
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
http://www.lizaherbal.com http://lizaherbal.multiply.com |